Rabu, 25 April 2012

Ilmuwan Jerman Perkenalkan Ban "Pintar" untuk Segala Cuaca



Ilustrasi (Thinkstock)

Hanover (AFP/ANTARA) - Apakah anda lelah mengganti ban musim panas anda dengan ban musim dingin saat tanda-tanda pertama adanya salju? Atau terperangkap dalam perjalanan yang panjang karena perubahan cuaca yang tiba-tiba?
Hal itu sebentar lagi akan menjadi masa lalu, menurut sekelompok peneliti universitas Leipzig, yang mengembangkan ban "pintar" pertama di dunia yang dapat secara otomatis beradaptasi dengan keadaan cuaca saat anda sedang berkendara.
Kelompok peneliti yang dikepalai oleh Detlef Riemer dari Universitas Ilmu Terapan di Leipzig memperkenalkan "Ban adaptif" di pameran Hanover tahun ini, pameran industri terbesar di dunia yang bertempat di utara kota Jerman pekan ini.
"Pilihan ban saat ini, selalu terbentur antara kemampuan rem dan konsumsi bensin," kata Riemer.
"Pengemudi mobil harus mempertimbangkan berbagai macam kondisi cuaca, dan anda tidak bisa mengganti roda anda saat anda sedang berkendara."
Tapi "ban adaptif" temuan Riemer dilengkapi dengan sensor elektronik yang dapat mengenali berbagai macam medan - baik jalan tol maupun jalan rusak - baik dalam cuaca kering, hujan, atau bersalju.
Dan penyesuaian, profil ban akan secara otomatis menyesuaikan dengan keadaan, bahkan saat mobil sedang bergerak.
"Hal itu berarti mobil anda selalu dilengkapi dengan ban terbaik dan konsumsi bensin dioptimalkan," kata Riemer antusias.
"Pengendara mobil tidak harus berpikir tentang menggati ban mereka. Ban itu dapat berpikir sendiri."
Ban ini sendiri masih jauh dari produk akhir dan penelitian masih berlangsung, terutama pada bahan yang dapat digunakan untuk bagian-bagian profil ban yang dapat digerakkan.
"Tapi kami sudah mematenkan penemuan ini, hanya untuk berjaga-jaga," kata Riemer. (nn/ik)

Jumat, 13 April 2012

Bayi Suka Gigit Jari, Ada Alasannya Lho!


Bayi Suka Gigit Jari, Ada Alasannya Lho!

Ghiboo.com - Rasa gemas dan kadang kesal pasti Anda alami saat melihat si kecil mulai hobi memasukkan semua benda ke dalam mulutnya. Berbagai cara Anda lakukan untuk mengalihkan perhatiannya agar tidak lagi memasukkan benda ke dalam mulutnya.
Tetapi tahukah Anda bahwa ada penyebab tertentu yang membuat si kecil semakin hobi memasukkan benda ke dalam mulut ini? Apa saja, yuk lihat berikut ini:
Komunikasi
Bayi dan balita juga butuh mengekspresikan perasaan dan pikirannya lho, sama seperti orang dewasa. Sayangnya saat itu mereka belum fasih berbicara seperti orang dewasa. Jadi, dengan memasukkan jari ke mulut merupakan satu-satunya cara mereka berkomunikasi, mengekspresikan pendapat dan perasaan mereka.
Cari Perhatian
Bukan hanya orang dewasa saja lho yang ingin selalu diperhatikan, si kecil juga ingin diperhatikan. Caranya, dengan menggigit atau memasukkan benda ke dalam mulut demi mendapatkan perhatian Anda yang mungkin sedang sibuk.
Rasa ingin tahu
Bayi dan balita adalah bibit-bibit cerdas yang penuh rasa ingin tahu. Mereka selalu penasaran terhadap benda yang ada di sekitarnya. Mereka akan berusaha mencari tahu dengan indera yang mereka miliki, mulai dari melihat, merasakan dengan kulitnya, menciumnya, sampai menjilatnya dengan lidah.
Gemas atau Marah
Saat gemas atau marah, ia akan meraih benda terdekat dan memasukkannya ke dalam mulut kemudian menggigitnya. Hal ini wajar dilakukan sebagai wujud yang menunjukkan ia sedang gemas atau marah.

Selasa, 10 April 2012

Jangan Campurkan Minuman Ini dengan Obat

Jangan Campurkan Minuman Ini dengan Obat

Ghiboo.com - Minuman memang penting bagi tubuh. Sayangnya, beberapa jenis minuman justru menimbulkan reaksi merugikan jika digabungkan dengan obat. Dilansir melalui Prevention, Senin (9/4), berikut ini beberapa jenis minuman yang sebaiknya Anda hindari saat akan minum obat.
Jus grapefruit
Jus grapefruit mengganggu kinerja terhadap lebih dari 50 obat, termasuk statin dan obat untuk tekanan darah tinggi. Sejumlah senyawa organik, yang diidentifikasi sebagai turunan furanokumarin dapat mengganggu hati dan menyerap enzim sitokrom P450 isoform CYP3A4 di dinding usus kecil. Penelitian dari University of Western Ontario juga menunjukkan bahwa jus grapefruit meningkatkan absorpsi (penyerapan) obat-obatan tertentu serta mengubah dosis normal menjadi dosis berlebihan.
Jus delima
Enzim yang ditemukan dalam jus delima dapat memecah resep obat tekanan darah. Jus delima juga bisa memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan pada obat antidepresan bisa menyebabkan penurunan efektifitas obat.
Produk susu
Susu akan mengurangi absorpsi antibiotik dalam tubuh dan menghambat penyerapan komponen tertentu dalam obat, seperti zat besi. Kalsium dalam susu juga dapat menganggu efektivitas obat tiroid dan dapat mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat dalam tubuh. Tunggu minimal 4 jam setelah minum obat untuk minum minuman yang kaya kalsium tersebut.
Kafein (termasuk kopi, teh hijau, dan minuman berenergi)
Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum secangkir kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (penekan nafsu makan), obat asma dan amfetamin. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, baru minum kopi.
Minuman isotonik
Kalium dalam minuman ini dapat berbahaya bila digabungkan dengan obat untuk penyakit gagal jantung atau obat-obatan hipertensi. Hindari pisang juga, karena pisang juga sangat kaya akan kalium.
Wine
Meneguk segelas anggur saat minum obat antidepresan bisa menyebabkan hipertensi, sakit kepala, detak jantung cepat dan stroke. Hal ini juga berlaku pada minuman berenergi.
Teh hijau
Teh hijau mengandung sedikit vitamin K yang dapat mengurangi efek dari obat-obatan seperti kumarin atau warfarin (mencegah pembekuan darah).

Selasa, 20 Maret 2012

Anak Saya Mencuri, Bagaimana Mendidiknya?



Ilustrasi dari Thinkstock Photos 



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Anak anda mengerjakan PR tepat waktu, membantu membersihkan meja setelah makan malam, dan bahkan membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga saat libur. Jadi, benarkah anak yang sama, yang kita kenal itu mencuri, mengutil? 
 
Sebelum anda bereaksi ada beberapa cara untuk mengetahui mengapa anak kita mencuri dan bagaimana membantu kebiasaan buruk itu berakhir. Anak di setiap umur, mulai awal sekolah hingga remaja, dapat tergoda untuk mencuri karena alasan berbeda. 
 
Anak berusia sangat muda kadang mengambil barang-barang yang mereka inginkan tanpa memahami jika itu punya nilai uang dan itu salah untuk mengambil tanpa membayar. Anak usia sekolah biasanya mengetahui mereka tidak seharusnya mengambil tanpa membayar, tapi mereka melakukan itu juga. Bisa jadi karena kurang kontrol diri. 
 
Lalu awal remaja, mereka tentu lebih paham mencuri itu tidak boleh, namun tetap terus dilakukan gara-gara sensasi tantangan atau karena teman juga mencuri. Beberapa orang tua, bahkan anak yang melakukan meyakini mereka akan berhenti. Hanya saja ketika mereka memiliki kontrol atas diri sendiri, beberapa remaja mencuri sebagai bentuk pemberontakan. 
 
Ada alasan kompleks lain yang bisa menjadi faktor penyebab. Anak mungkin marah atau butuh perhatian. Perilaku mereka bisa jadi mencermikan tekanan di rumah, sekolah, atau hubungan antar teman. Alasan lebih ekstrim, beberapa anak kadang mencuri karena bingung mencari pertolongan dan dorongan emosi akibat siksaan fisik yang harus ditanggung. 
 
Namun di dalam kasus umum, anak-anak dan remaja mencuri karena mereka tidak mampu membeli apa yang mereka butuhkan atau inginkan, contoh mereka mencuri barang-barang bermerek mahal. Dalam kasus tertentu mereka mencuri karena kebutuhan akibat kecanduan obat. 
 
Apa pun alasan mencuri, orang tua wajib mencari tahu akar perilaku tersebut dan menyelesaikan sebab masalah dibalik perilaku mereka dengan tepat, yang kadang tidak muncul ke permukaan. Berikut saran seorang ahli psikologi dan tumbuh kembang anak W. Douglas Tynan, PhD, ABPP, 

Apa yang harus dilakukan? 

 
Ketika anak tertangkap basah mencuri, reaksi orang tua sebaiknya tetap terkendali. Itu bergantung pada apakah kejadian itu pertama kali atau memang sudah ada pola perilaku mencuri sebelumnya 
 
Dengan anak yang berusia masih sangat muda, orang tua mesti membantu memberi pemahaman, mencuri adalah salah. Mencuri adalah mengambil barang tanpa ijin atau membayar, itu akan melukai orang lain. 
 
Jika anak prasekolah mengambil permen, misal, orang tua dapat mengajarkan dengan membantu si anak mengembalikan permen tersebut. Jika anak telah memakan barang curian, orang tua semestinya membawa anak kembali ke toko untuk meminta maaf dan membayar barang tersebut. 
 
Bahkan untuk anak usia sekolah, masih sangat penting untuk membiasakan mengembalikan barang yang dicuri. Memang anak kelas satu atau dua seharusnya sudah paham mencuri adalah salah. Namun mereka mungkin masih membutuhkan pemahaman atas konsekuensi perilaku mereka. 
 
Berikut adalah contoh; Jika seorang anak pulang dengan gelang seorang teman dan cukup jelas jika anak mengambil tanpa permisi, orang tua harus menegur dan tak lupa menekankan, bagaimana rasanya bila seorang mengambil barang si anak tanpa bilang dulu. Orang tua harus mendorong anak untuk menghubungi teman dan minta maaf, menjelaskan apa yang terjadi dan berjanji akan mengembalikan segera. 
 
Ketika pencurian dilakukan anak remaja, dianjurkan orang tua memberi konsekuensi lebih keras. Misal, ketika anak remaja anda tertangkap mengutil, orang tua dapat membawa anak kembali ke toko, bertemu ke bagian keamanan, menjelaskan dan meminta maaf atas apa yang terjadi. 
 
Perasaan malu menghadapi apa yang telah ia perbuat dengan mengembalikan barang curian bisa menjadi pelajaran menetap yang berharga, mengapa mencuri itu salah. Hukuman lebih lanjut, seperti hukuman fisik, tak perlu dilakukan. Itu hanya akan membuat anak marah dan cenderung melakukan hal-hal lebih buruk. 
 
Anak-anak di setiap usia perlu tahu, mengutil bukan sekedar mengambil barang dari toko, itu sama dengan mengambil uang dari orang yang menjalankan bisnis tersebut. Plus, mengutil membuat harga semakin mahal bagi konsumen tertentu.  
 
Mereka harus paham, mencuri adalah kriminal dan dapat mengarah pada konsekuensi lebih jauh dari sekedar tak boleh keluar rumah. Ada hukuman lebih berat, penampungan anak nakal, bahkan penjara. 
 
Bila mencuri dilakukan anak pada properti orang tua, anak pun harus tetap diberi hukuman. Misal, beri tawaran membayar kembali uang seperti melakukan pekerjaan rumah tangga ekstra. Itu sangat penting. Hanya saja, sebaiknya orang tua tidak meninggalkan uang di tempat terbuka yang gampang dijangkau anak, apalagi untuk menjebak mereka. Itu hanya akan memperparah hubungan saling percaya antar orang tua dan anak. 

Jika Anak Tetap Mencuri 

 
Bila anak anda telah mencuri lebih dari sekali, pertimbangkanlah untuk mencari bantuan profesional. Tindakan buruk berulang bisa jadi mengindikasikan masalah lebih besar. 
 
Sepertiga dari penghuni penampungan anak nakal yang tertangkap gara-gara mengutil mengaku, sulit bagi mereka untuk berhenti. Jadi, sangat penting membantu orang tua dan remaja memahami mengapa mencuri itu salah dan mereka bakal menghadapi konsekuensi serius jika terus mencuri. 
 
Orang-orang yang bisa anda datangi untuk membantu masalah perilaku anak anda dan membantu mengatasinya adalah, ahli terapis, psikolog, dokter keluarga, tokoh agama, guru bimbingan siswa di sekolah, kelompok-kelompok pendukung lain. Jangan malu untuk meminta pertolongan demi anak anda. 
 
Memang ada kasus di luar kebiasaan, di mana pelaku disebut kleptomania. Sindrom kompulsif disorder langka itu membuat penderita merasakan ketegangan luar biasa bila tidak mencuri. Mereka lalu merasa lega usai mengutil. Para penderita kleptomania pun sering kali merasa bersalah setelah mencuri dan sering membuang barang curian karena marah terhadap diri sendiri. 
 
Apa pun penyebab di balik itu, bila mencuri menjadi kebiasaan anak anda, pertimbangkan untuk berbicara dengan dokter atau terapis. Juga penting, untuk memantau perilaku anak anda setiap saat, menjaga ia menjauhi situasi yang memungkinan ia mencuri dan tak ketinggalan pastikan beri konsekuensi masuk akal atas tindak pencurian bila itu terjadi.

Senin, 13 Februari 2012

Mendonorkan darah itu sehat, lho

Ilustrasi dari Thinkstock Photos

Ghiboo.com - Setiap tetes darah yang disumbangkan tak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.
Donor darah dapat menurunkan resiko jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Oksidasi ini akan menumpuk pada dinding arteri dan semakin memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Jika donor darah rutin dilakukan, maka jumlah zat besi dalam darah lebih stabil.
Donor darah juga dapat membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah. Sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.
Bagi penderita obesitas, donor darah juga bisa menjadi program diet yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori sekitar 650 kalori. Jumlah kalori ini cukup untuk membuat lingkar pinggang Anda jadi ramping.
Ikut kegiatan donor darah juga menjadi ajang check-up gratis bagi Anda. Sebelum darah Anda diambil, pendonor akan diperiksa kesehatannya oleh petugas. Dengan demikian, pendonor bisa mengetahui bila ia mengidap penyakit serius, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria.
Pendonor tak hanya mendapatkan kesehatan secara fisik, melainkan juga akan sehat secara psikologis. Menyumbangkan sesuatu yang tak ternilai kepada orang yang membutuhkan akan membuat Anda merasa puas psikologis.
Lantas, masih ragu tuk jadi pendonor? Ayo, segera donor darah!

Olahraga Ini Bikin Anda Bahagia

Ilustrasi dari Thinkstock Photos

Ghiboo.com - Apakah Anda merasa selalu uring-uringan setiap hari? Suasana hati kacau tanpa sebab? Bisa jadi, Anda kurang berolahraga.
Cukup mencoba beberapa olahraga berikut ini, Anda bisa menaikkan mood Anda dan membuat Anda merasa lebih bahagia. Seperti dilansir melalui iDiva, inilah olahraga yang bisa membuat kita bahagia. yuk, kita intip.
Berenang
Kapan terakhir Anda melompat ke kolam berenang? Berenang merupakan salah satu jenis olahraga sehat. Berenang juga bisa membakar sampai 300 kalori setiap jam. "Berenang membantu melonggarkan tubuh dan mengencangkan otot Anda. Olahraga ini amat baik bagi penderita Asma." kata Althea Shah, pelatih kebugaran di Gold Gym.
Menari
Bila Anda ingin olahraga yang sedikit berbeda, mungkin Anda bisa mencoba menari. Apapun jenis tarian merupakan cara efektif untuk bersenang-senang dan membuat perasaan Anda lebih baik. Menari tak hanya terbatas di klub, tapi Anda bisa melakukannya di tempat gym bahkan di rumah. Pilih musik dan tarian kesukaan Anda, pakai busana yang membuat Anda nyaman dan menarilah! "Anda bisa mempelajari suatu jenis tarian dan menggunakannya untuk berolahraga. Salsa merupakan tarian yang difavoritkan. Cari pasangan dan ciptakan keintiman sehingga menaikkan mood Anda," tambah Althea.
Olahraga Outdoor
Olahraga outdoor lebih bersifat petualangan yang memacu adrenalin dan sangat cocok untuk menghilangkan stres. Cobalah bungee jumping, parasailing, rafting, naik gunung, panjat tebing hingga surfing. "Olahraga ini memerlukan energi dan menggunakan otot. Aktivitas ini bekerja pada kaki, tangan dan perut sehingga tubuh menjadi bugar," tambahnya.
Jalan Kaki
Berjalan merupakan aktivitas yang diperlukan untuk menjernihkan pikiran dan membuat Anda rileks. Berjalan santai juga membantu menaikkan mood Anda. Cobalah berjalan sambil mendengarkan musik di iPod, biarkan pikiran Anda tenang dan hiruplah nafas dalam-dalam. Yuk, rutin lakukan jalan santai setiap pagi atau sore hari di taman kota atau kompleks sekitar rumah.
Skipping
Skipping atau lompat tali tak hanya bisa membuat Anda keringatan, tetapi juga membuat badan Anda bugar. "Mulai perlahan-lahan melompat minimal 100 kali dengan jeda diantaranya." Melompat tali secara rutin akan melepaskan hormon endorphin, sejenis hormon yang memberikan perasaan senang.

5 Cara Salah Mendidik Anak

Ilustrasi dari Thinkstock Photos

Ghiboo.com - Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.
Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.
Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).
Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.
Terlalu royal memberi hadiah
Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.
Membandingkan-bandingkan
Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.
Terlalu dibebani
Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.
Terlalu menuntut
Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.